
|
|
Berbagai aktifitas komunikasi yang bisa dilakukan dengan begitu mudah lewat media digital benar-benar telah mengubah pola lama berkomunikasi: audiens bisa melakukan kontak dengan terbuka ke berbagai komunitas, mengekspresikan diri, mengenalkan diri ke seluas-luasnya pihak-pihak yang relevan, melakukan interaksi sosial, bebas melakukan mobilitas tanpa takut kehilangan atau ketinggalan informasi, menilai dan membagikan hasil penilaian tentang suatu objek, dan dalam posisi bebas bertindak sebagai sumber informasi. Para pengelola brand harus menyesuaikan diri dengan segala perubahan tersebut demi menghindarkan brand dari kesulitan bahkan keterpurukan. Para praktisi yang bekerja di industri periklanan juga dituntut belajar memahami perubahan-perubahan tersebut, keluar dari kemapanan dan bergabung dengan perubahan itu sendiri. Setidaknya ada beberapa perubahan yang perlu dicermati agar para praktisi advertising mampu menyiapkan strategi komunikasi yang sesuai dengan era digital saat ini.
Perubahan Target Audiens
Ekosistim advertising menyadari bahwa gaya hidup masyarakat global sudah berubah menjadi digital lifestyle. Kita harus memutuskan apakah memanfaatkan atau dimanfaatkan teknologi digital tersebut. Para pemilik brand juga sadar betul bahwa generasi X serta generasi sebelumnya akan segera digantikan oleh generasi milenial. Generasi milenial dikenal sebagai pengguna media-media baru digital yang sangat masif. Mereka juga teridentifikasi memiliki keinginan belanja yang tinggi. Akibatnya, demi menguasai generasi milenial sebagai target market masa depan, keputusan para pemilik brand dalam menggunakan media-media digital atau teknik komunikasi baru berbasis pesan digital tidak terbantahkan.
Minat kelompok generasi milenial terhadap media-media konvensional yang sangat rendah adalah fakta, dan hal ini semakin menguatkan keinginan pemilik brand untuk migrasi dari media lama ke media baru. Para advertising strategist diminta untuk menempatkan kaum milenial sebagai target audiens penting dalam berbagai kampanye brand.
Kita tidak memungkiri bahwa media konvensional yang masih bertahan dan terbukti memiliki target audiens masih relevan untuk digunakan sebagai media komunikasi brand. Individu-individu dengan usia di atas 40 tahun dalam beragam konteks masih tetap ditetapkan sebagai target audiens sesuai dengan brand atau produk yang mereka gunakan. Namun di masa depan, para pemilik brand sangat menyadari bahwa eksistensi brand mereka ada di tangan generasi milenial. Masa depan tersebut dimulai dari sekarang.





























