Evolusi Perencanaan Media

0
2306

ADVERTISING-INDONESIA.id Konten (content) dan kontak (contact) adalah dua bagian penting dari komunikasi brand. Konten berkaitan dengan apa yang dikomunikasikan sementara kontak berkaitan dengan bagaimana rancangan pesan terhubung atau terkoneksi dengan audiens yang dituju. Perencanaan media adalah seni dan ilmu pengetahuan tentang merancang koneksi yang efektif antara pesan dengan audiens.


Merancang koneksi yang efektif adalah pekerjaan utama para perencana media (media planner) dimana hasil akhirnya akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan komunikasi brand. Hasil kerja atau output yang dihasilkan para media planner adalah dokumen yang berisi perencanaan media yang efektif (effective media planning document). Telah disebutkan bahwa perencanaan media memegang peranan penting dalam keseluruhan aktifitas komunikasi brand sebab pada akhirnya semua pesan tentang brand akan disampaikan melalui media. Media adalah bagian fundamental dari kegiatan advertising yang menghubungkan brand dengan audiens. Advertising hingga saat ini masih menjadi salah satu kegiatan komunikasi brand yang sangat dinamis dan kerap dinilai sebagai titik puncak kegiatan promosi.

Peran historis para media planner adalah menghubungkan pesan-pesan iklan dengan audiens melalui berbagai saluran media. Perkembangan media digital tidak bisa dipungkiri telah menampik peran konvensional perencana media secara perlahan-lahan. Peran para perencana media dipaksa berubah seiring perubahan industri media yang berubah secara signifikan khususnya dalam dua dekade terakhir. Tugas pokok perencana media terus berkembang dan sebutan baru yang mungkin disematkan kepada para perenana media adalah perencana komunikasi atau communication planner.

Saat ini, para pemilik brand menitipkan harapan yang tinggi kepada para Media Planner untuk menyampai-kan seluruh aspek potensial dari brand kepada audiens.

Dalam konteks perencanaan komunikasi, titik berat pekerjaan para perencana media terletak pada pemahaman yang komprehensif terhadap brand, pesan yang disampaikan, target audiens yang dituju, saluran komunikasi yang tersedia dan efek komunikasi yang dituju. Dengan demikian, perubahan peran menjadi perencana komunikasi bukanlah sekedar perubahan nama tanpa disertai alasan strategis. Saat ini, para pemilik brand menitipkan harapan yang tinggi kepada para perencana media untuk menyiapkan aktifitas media yang mampu menyampaikan seluruh aspek potensial dari brand yang mereka tangani kepada audiens.