Perkembangan mutakhir media landscape secara otomatis membuat pekerjaan para perencana media menjadi jauh lebih kompleks jika dibandingkan dengan era dimana media konvensional masih sangat dominan. Larry D. Kelley, dkk dalam salah satu bukunya menjelaskan bahwa perencanaan media (media planning) sudah berevolusi menjadi perencanaan komunikasi (communication planning). Dalam konteks perencanaan komunikasi, advertising support berevolusi menjadi brand support. Jika sebelumnya tujuan perencanaan media lebih mengedepankan reaching maka dalam konteks perencanaan komunikasi telah berevolusi menjadi Influencing. Media diharapkan tidak sekedar menawarkan jangkauan potensial namun dampak atau pengaruh potensial.
Tugas dan pekerjaan Media Planner semakin kompleks dan sangat pantas dibayar mahal.
Para perencana media juga harus mengubah strategi media mereka dalam hal pemilihan media yang berevolusi dari multimedia strategy menjadi multichannel strategy. Aspek teknis perencanaan media lain yang juga berevolusi dan perlu mendapat perhatian ekstra dari para perencana media adalah penempatan unit iklan (ad placement) yang berevolusi menjadi impacting multiplatform content.
Media landscape yang berubah drastis sejak kehadiran media digital tak pelak mengingatkan para perencana media untuk terus mengasah strategi berpikir demi meyakinkan pengiklan bahwa tugas dan pekerjaan mereka semakin kompleks dan sangat pantas dibayar mahal.
| Artikel terkait: | Tidak Selamanya Media Digital Itu Unggul |
| Menetapkan Reach And Frequency | |
| Efektifitas Media Luar Rumah | |
| Wawancara Eksklusif Indra Abidin |




























