Wawancara Eksklusif Indra Abidin (Tokoh Industri Periklanan Indonesia)

0
517

MENGUNGKAP PERANAN HISTORIS DAN STRATEGIS INDUSTRI PERIKLANAN INDONESIA

ADVERTISING-INDONESIA.id – Sosoknya yang sederhana berbeda jauh dengan visinya yang terbentang luas. Ragam pengalaman di dunia periklanan serta intuisi bisnisnya membuat Fortune PR, Tbk menjadi salah satu perusahaan periklanan nasional yang mampu bertahan di tengah persaingan global. Simak wawancara eksklusif Advertising-Indonesia bersama Indra Abidin, pendiri Fortune PR, Tbk tentang potensi periklanan Indonesia di masa depan.



Q: Bagaimana menurut Pak Indra Abidin perkembangan dunia periklanan di Indonesia di era milenial saat ini?

A: Indonesia, bersamaan dengan seluruh dunia sedang menghadapi perubahan struktural sebagai dampak teknologi digital yang merasuki seluruh komponen usaha periklanan. Mulai dari Perusahaan Periklanan, Media, dan Pengiklan. Segenap tatanan sedang berproses dan mengalami perombakan termasuk Tata Krama dan Tata Cara Periklanan.

Q: Bagaimana tanggapan Anda tentang persaingan antara biro iklan nasional dengan multinasional? 


A: Berawal dari tahun 1970, dibukanya pintu Penanaman Modal Asing (PMA) untuk percepatan pembangunan ekonomi dalam negeri. Perusahaan-perusahaan Penanaman Modal Asing dan produsen pemasar asing, masuk dan membawa juga mitra kerjanya dari negara asal mereka serta jaringan perusahaan periklanannya ke Indonesia.

Perusahaan periklanan asing umumnya dikelola oleh tenaga kerja asing dikarenakan langkanya tenaga ahli Indonesia saat itu. Pada masa itu belum ada perguruan tinggi yang menawarkan pendidikan khusus Periklanan dan Komunikasi Visual.

Satu satunya orang yang dikenal berpendidikan periklanan adalah Bapak M. Nuradi dari PT Intervista. PMA dengan anggaran periklanan besar umumnya hanya dilayani perusahaan periklanan asing yang besar juga. Sedangkan perusahaan produsen dalam negeri umumnya anggaran kecil, sementara pemahaman dan pengetahuan kita terhadap periklanan masih rendah. Persaingan di saat itu berkisar pada kredibilitas, profesionalisme para pengelola, tenaga ahli pelaksana, kreatifitas dan sumber daya keuangan serta perangkat lunak (Intellectual Proprietary Tools)

Q: Bagaimana pengalaman Anda ketika bersaing dengan Biro Iklan Multinasional? 

A: Perusahaan periklanan asing umumnya memiliki kredibilitas. Pertama, dukungan jaringan induk perusahaan dan jaringan globalnya, kedua adalah tenaga ahli yang bisa diminta mendukung perusahaannya di Indonesia dan ketiga adalah pengalaman serta pemahaman pasar dunia. Sedangkan perusahaan periklanan nasional (dinilai) lebih memahami pasar dan konsumen Indonesia terutama karena seluruh tenaga ahli kami berasal dari berbagai wilayah pasar Indonesia. Perusahaan periklanan nasional memiliki kepekaan budaya Nusantara. Kami (perusahaan periklanan nasional, red) tahu detak jantung konsumen Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here