
Terbentuknya Klik, Lead dan Conversion
Kita teruskan lagi, kalau pas melihat iklan (impression), kemudian si visitor mengklik iklan tersebut maka mulailah muncul istilah number of click dan inilah yang paling menarik bagi pengiklan. Ketika si visitor mengklik iklan, asumsinya adalah si visitor tertarik terhadap iklan. Mungkin saja karena materi iklannya hebat atau produk serta brandnya menawarkan sesuatu yang luar biasa. Bagi pengiklan sudah terjadi lead opportunity. Setelah klik dilakukan, kemungkinan besar akan terjadi interaksi atau mungkin juga tidak sama sekali.
Mengapa demikian? Ternyata setelah berpindah ke halaman si pengiklan, si visitor menemukan kompleksitas. Mengisi form yang meminta bermacam-macam data, atau situs brand yang baru saja terbuka ternyata tidak menarik. Lead opportunity akhirnya tidak berubah menjadi conversion. Conversion adalah perubahan perhatian si visitor menjadi sesuatu tindakan yang positif terhadap brand seperti meminta informasi tambahan atau mengisi formulir dan lain-lain.
Exit dan Bounce
Kalau Si visitor berhenti pada halaman terakhir (misalnya halaman 4) dan keluar dari halaman tersebut, dalam bahasa pengukuran media online ini disebut exit page. Ada satu lagi, kalau si visitor langsung meninggalkan halaman atau artikel yang dibuka pertama kali atau tidak membuka halaman atau artikel lain, maka si visitor disebut melakukan bounce. Bounce rate atau tingkat bounce ini bermacam-macam. Bisa saja seorang visitor terbiasa melakukan bounce karena merasa sudah cukup membaca hanya satu artikel, kemudian menutup situs tapi akan masuk lagi untuk membaca artikel lain dalam interval 30 menit berikutnya. Mungkin kembali bekerja atau ‘ngopi’ dulu.
|
Banyak pemilik brand yang tidak sabar menunggu terjadinya lead opportunity lewat media online publik, kemudian mendorong mereka membuat situs sendiri, atau membuat iklan yang disebarluaskan (viral) secara frontal lewat berbagai media sosial, atau malah membuat media sosial sendiri, atau menggunakan sejumlah selebriti atau KOL menjadi endorser. |
Selanjutnya kita akan membicarakan peranan materi kreatif di era media digital. Masihkan akan tetap dihargai mahal atau hanya sekedar komiditi?




























