
PEMANFAATAN AUDIENS UNTUK TUJUAN BISNIS
Sekedar mengingatkan, bahwa masa depan media konvensional khususnya radio dan media cetak jika hanya mengandalkan perolehan iklan sudah pasti sangat sulit. Fakta yang ditemukan di lapangan saat ini adalah bahwa jumlah audiens media lama yang masih tersisa ternyata sudah tidak cukup sebagai alasan bagi para pemilik brand untuk terus menggunakan media konvensional sebagai media iklan. Sekalipun sejumlah media daerah mengaku bahwa audiens mereka secara readership dan sirkulasi masih mengalami pertumbuhan, namun jumlah penjualan space iklan terus menurun.
Utuk itulah para pengelola media konvensional ditantang untuk melakukan pengelolaan audiens dengan disruptive sehingga ke depan para pengelola brand akan lebih terbuka dan bersedia mempertimbangkan setiap penawaran kerjasama bisnis yang bentuknya tidak lagi hanya sebatas pemasangan iklan. Artinya audiens yang masih tersedia saat ini harus difungsikan secara optimal tidak lagi sekedar sebagai audiens iklan. Fungsikan mereka untuk ragam kegiatan komunikasi brand yang lebih interaktif dan terukur demi mengikuti tren pengukuran yang ditawarkan media digital.
Di tengah himpitan media digital masih ada sedikit harapan bagi para pemilik media konvensional. Saat ini masih cukup banyak pemilik brand yang masih belum yakin sepenuhnya dengan manfaat dan dampak media online khususnya terhadap pembentukan brand image dan penjualan. Mereka sadar bahwa seluruh bentuk komunikasi yang ditawarkan oleh media digital jelas adalah peluang atau kesempatan besar namun tidak mudah juga untuk diimplementasikan. Artinya, kesempatan yang terbatas saat ini harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Tanpa kepemimpinan yang disruptive dan kesediaan menginjeksi konsep disruptive ke dalam bisnis maka perusahaan media konvensional tinggal menunggu tanda waktu bubar.
![]()
– Sudah Saatnya Sirkulasi Media Cetak Diaudit Secara Terbuka
– The 1st Media Planners Forum: Menghidupkan Kembali Ekosistem Industri Media dan Agency di Era Digital
– Editorial: Perlunya Generasi Milenial Membaca Koran dan Mendengar Radio
– Tantangan Mengintegrasikan Media Segmented Ke Dalam Media General




























