EFEK IKLAN
Apakah efek iklan yang hendak dicapai mempengaruhi penetapan bugdet iklan? Pertanyaan ini sering muncul di benak pengiklan atau dalam bahasa lain seringkali dipertanyakan begini: kalau saya beriklan sebesar ‘x’ rupiah, apakah uang saya akan kembali dalam jumlah yang sama? Atau kalau saya tidak beriklan sama sekali apakah penjulan saya akan turun?
Sejumlah fakta yang diperoleh berdasarkan sejumlah penelitian mengemukakan bahwa sekalipun suatu brand sudah sangat dikenal namun jika tidak beriklan sama sekali dalam kurun waktu satu tahun, dapat dipastikan bahwa brand tersebut akan menghadapi masalah pada level brand value dan berpotensi menimbulkan kerugian yang besar dalam jangka pendek. Sementara itu, untuk kembali beriklan pada tahun kedua tantangannya dinilai akan lebih berat. Sangat perlu dipahami bahwa beriklan tidak saja mempengaruhi pelanggan atau pengguna tetapi juga semua pihak yang terlibat dalam sistem marekting dan penjualan seperti retailer, wholesaler bahkan tim atau departemen penjualan anda sendiri.
Dalam benak konsumen misalnya, iklan diterima sebagai sumber pengetahuan baru tentang brand dan berpotensi meningkatkan nilai tambah suatu brand. Peningkatan ini seringkali mendorong kinerja yang lebih produktif dari unsur marketing yang lain. Sebagai contoh, karena kinerja suatu iklan, berapapun harga suatu brand seringkali tidak terlalu dipermasalahkan karena begitu menariknya pesan atau eksekusi iklan yang mereka lihat sehingga kesan emosional muncul dengan sangat kuat di benak konsumen.





























