Presiden Jokowi di 100 CEO Forum
Setelah Belanja Pengalaman & Petualangan, Lalu Apa?

0
1702

Indonesia bisa jadi terlalu melihat Amerika sebagai pusat perubahan industri. Tapi mari kita coba geser perspektif industri kita ke negeri Tiongkok. Negara ini sudah surplus dalam berbagai hal, terutama industri barang jadi sehingga barangnya menumpuk. Jadi tidak mengherankan jika Tiongkok banyak ekspansi ke negara-negara lain dengan cara mengakuisisi perusahaan lokal dan memasarkan produk-produk dalam negerinya. Dan platform bisnis yang relevan di era digital saat ini adalah memasarkan via e-commerce ataupun sejenisnya.

Jika sebelumnya Presiden Jokowi menyebut bahwa perilaku konsumen saat ini lebih kepada mencari pengalaman, maka bisa jadi hal itu akan berlangsung lama karena masih banyak belahan Indonesia yang belum dijelajah (baca: diunggah ke media sosial). Begitu banyak hal baru di Indonesia yang mulai terlihat melalui sosial media contohnya seperti lokasi wisata, restoran dan hiburan. Semua itu tetap berhubungan dengan gaya hidup konsumen. Bagi konsumen dengan generasi milenial (usia 18-25 tahun) masih peduli terhadap brand sebagai bagian dari gaya hidup. Namun perilaku konsumen Indonesia diatas usia 30 tahun rasanya semakin tidak peduli terhadap brand tapi lebih peduli terhadap fungsi produk.

Petualangan demi petualangan akan menjadi pengukuran eksistensi diri. Satu hal yang perlu diingat, generasi milenial saat ini akan semakin menentukan kemana arah perilaku konsumen Indonesia. Bisa saja dalam 5 tahun ke depan, pengalaman untuk mencoba barang baru lebih dipengaruhi oleh iklan-iklan yang ada di media sosial. Semua itu pada prosesnya akan saling terhubung antara investasi, perilaku konsumen, belanja iklan dan pola belanja

(Dari berbagai sumber)


– Editorial: Membangun Kembali Kemandirian Industri Periklanan Indonesia
– Kombinasi Berbagai Hal Penting Dalam Menetapkan Budget Iklan
– Advertising & Digital; Agar Kreatifitas Tidak Ditawar Murah oleh Client
– Selalu Ada Cara untuk Melawan “Raksasa”