Sementara media digital juga masih belum menemukan model bisnis yang tepat untuk menjaga keberlangsungan. Banyak skema yng masih digali seperti promosi berbayar, banner, atau pay per click. Nielsen juga mengungkapkan porsi belanja iklan terbesar masih untuk media televisi. “Media digital di dunia internet juga harus bersaing kue iklan dengan sosial media, game, aplikasi.
Bisa jadi sekarang ini media cetak juga sedang mengalami Disrupsi dalam industri media. Sebagaimana diketahui Disrupsi adalah gangguan yang mengakibatkan industri tidak berjalan seperti biasa karena kemunculan kompetitor baru, umumnya karena penemuan teknologi, yang mengakibatkan pemain bisnis lama harus memikirkan ulang strategi berhadapan dengan era baru ini. Ada yang berhasil mengatasi situasi disrupsi ini, tetapi banyak yang gagal. Dengan penemuan internet of things, maka hampir semua industri saat ini harus bertarung dengan apa yang diistilahkan Rhenald Kasali sebagai “musuh-musuh yang tidak kelihatan” (Disruption: Tak Ada yang Tak Bisa Diubah Sebelum Dihadapi Motivasi Saja Tidak Cukup, 2017)
Rhenald Kasali lebih jauh menuturkan, “… banyak yang berpikir bahwa solusi untuk menghadapi disruption adalah motivasi, dan motivator pun menjadi profesi yang tumbuh bak jamur di musim hujan… Kini kita menemukan bahwa motivasi saja tidak cukup. Yang kita perlukan adalah strategi untuk membaca ‘where we are’ dan ‘where we are going to’”.
Majalah Nieman Reports dalam edisi Musim Gugur (Fall) 2012, dengan judul besar “Be The Disruptor”, mengangkat laporan utama dari hasil wawancara dengan Prof. Christensten. Wawancara dilakukan oleh wartawan David Skok, seorang Nieman fellow yang juga adalah wartawan dari globalnews.ca asal Kanada.
Dalam penjelasannya Christensen mengatakan bahwa ada pola yang berulang terus menerus, di mana seorang pemain baru dalam suatu industri memulai langkahnya dengan cara yang mudah, murah, sehingga ia dilihat sebelah mata oleh para pemain lama dalam industri tersebut. Tetapi seiring berjalannya waktu, pemain baru tersebut perlahan-lahan terus memperbaiki dirinya dan berhasil menjadi pemain utama dalam bisnis tersebut.
Dalam industri media contoh yang bisa diperhatikan, yaitu kehadiran The Huffington Post, dan BuzzFeed, yang awalnya disebut sebagai ‘hanya’ news aggregator, tetapi kemudian menghasilkan konten sendiri yang banyak dilirik oleh para pembaca media sejagat.
Dalam analisis terhadap industri media, Christensen menyebutkan tiga faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam kondisi media saat ini, yaitu: Pertama, selalu mengenai dan memikirkan kepentingan audience; Kedua, memahami disrupsi terjadi dalam industri media, dan bagaimana mengatasi masalah ini; Ketiga, bagaimana peran dari budaya dan kapasitas yang dimiliki organisasi (media) dan bagaimana mengelolanya.

![]()
– Sulitnya Mengubah Kebiasaan Target Audience
– Meneropong Nasib Media Cetak di Tahun 2018
– Peluang Media di Tahun 2018 Tahun Kredibilitas Media
– Masa Suram Media Cetak di Tahun 2017




























