Jalan Terjal Bisnis Media

0
1980

Konten Menjadi Panglima

Sejumlah besar kelompok audiens usia muda mengaku sudah lama meninggalkan media cetak dan mengaku bahwa membaca media cetak adalah sesuatu yang janggal.

Konten yang diusung oleh sebagian media konvensional semakin lama terasa semakin kurang kompetitif, baik tampilan maupun ragam konten yang disajikan. Perpaduan gambar dan teks yang disajikan media cetak tampak semakin sulit menyaingi sajian-sajian media online yang sangat kreatif, interaktif, variatif, bisa disimpan atau diunduh, bisa dibagikan, bisa dikomentari. Sejumlah besar kelompok audiens usia muda mengaku sudah lama meninggalkan media cetak dan mengaku bahwa membaca media cetak adalah sesuatu yang janggal. Dalam sebuah seminar tentang pola konsumsi media di salah satu kota di Jawa Tengah yang dihadiri para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, tampak hanya sedikit tangan yang terangkat saat ditanya apakah masih ada yang membaca koran setiap pagi. Bahkan dalam sebuah sesi wawancara dengan seorang lulusan perguruan tinggi yang sedang melamar menjadi AE di suatu perusahaan media cetak, sungguh mengagetkan ketika si calon mengaku sudah hampir 2 tahun tidak menggunakan koran sebagai sumber berita dan informasi. Alasan mereka adalah konten yang membosankan. Para eksekutif muda di sekitar Ibukota yang sempat diwawancarai secara acak juga mengaku sangat jarang membaca koran, termasuk salah satu koran terkemuka Jakarta. Sebagian mengaku masih sesekali membaca koran edisi akhir pekan.