Meneropong Persaingan Bisnis Advertising Agency

0
6492

POIN KEDUA yang juga sangat penting dan tampaknya sangat berpengaruh dalam menentukan eksistensi perusahaan yang bergerak di bidang jasa periklanan atau komunikasi brand adalah kemampuan perusahaan secara finansial.  Perusahaan dengan kemampuan finansial yang baik tentu akan mampu membayar gaji pekerjanya di atas rata-rata industri, serta mampu menyiapkan modal kerja bagi seluruh aktifitas operasi perusahaan dengan baik.

Rata-rata gaji pokok yang mereka minta jika mereka sudah pada level manager senior diduga sudah berada di angka sekitar Rp. 30 hingga 50 Juta per bulan net, setelah pajak.

Dalam hal remunerasi, para praktisi handal, berpengalaman kuat dan berjiwa pemenang sudah pasti meminta bayaran yang relatif tinggi termasuk gaji, bonus dan tunjangan kesejahteraan lainnya.  Rata-rata gaji pokok yang mereka minta jika mereka sudah pada level manager senior diduga sudah berada di angka sekitar Rp. 30 hingga 50 Juta per bulan net, setelah pajak. Gaji seperti ini tampaknya hanya bisa disediakan oleh perusahaan dengan aliran kas yang kuat, penjualan atau billing yang signifikan serta jaminan ketersediaan client jangka Panjang.  Pada level pemula gaji yang ditawarkan oleh advertising agency memang masih di sekitar angka Rp. 5-6 juta perbulan namun  akan terus bergerak naik seiring dengan lamanya mereka bekerja.  Angka ini menjadi sedikit liar ketika mereka atau para praktisi ini mulai pindah ke perusahaan lain dan atau dibajak oleh perusahaan pesaing.

Saat ini, advertising agency dengan modal kerja atau ketersediaan pembiayaan yang kuat tampaknya semakin didominasi oleh perusahaan asing atau setidaknya  perusahaan lokal yang berafiliasi dengan advertising agency asing.  Kita terpaksa harus memisahkan antara asing dan lokal sebab fakta di lapangan menunjukkan demikian.  Ciri-ciri pemain asing ini sangat jelas terlihat dari segi nama, pemimpin-pemimpin puncak perusahaan, tenaga-tenaga ahli atau technical advisor yang dipekerjakan pada umumnya berbau asing. Jaringan yang mereka miliki, ketersediaan data dan informasi yang signifikan, tools yang mereka aplikasikan, reputasi tingkat dunia atau setidaknya reputasi regional yang mereka miliki membuat mata hampir semua brand besar melirik ke arah mereka. Ketika kontes antar advertising agency dilakukan, seringkali mereka tampil perkasa dengan aneka poin-poin presentasi yang superior sehingga membuat peserta lokal terpaksa harus maju tak gentar.

Peta belanja media yang tersebar di berbagai media nasional kususnya televisi tampak masih didominasi oleh brand-brand tradisional dan dikelola sebagian besar oleh agency dengan label multinational agency. Layanan mereka memang sudah tidak terbatas hanya kepada layanan advertising tapi juga ke berbagai layanan lain termasuk digital marketing strategy, event implementation, bahkan riset.  Tidak heran posisi mereka semakin kuat dan dominan.