
|
|
Astra, perusahaan yang lini bisnis utamanya otomotif, dikabarkan menyetorkan dana sekitar US$ 150-170 juta atau setara Rp 2,1 triliun (kurs Rp 13.400 per dolar AS). Sementara, Grup Djarum yang bergerak di berbagai sektor bisnis termasuk bisnis digital, dikabarkan menyuntikkan dana US$ 100-120 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. Jika ditotal, suntikan dana dua pemodal lokal itu ke Go-Jek sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 3,5 triliun.
Kabarnya, kesepakatan injeksi modal oleh konsorsium puluhan investor untuk Go-Jek itu sudah tercapai dan diteken belum lama ini. Sayangnya, Public Relations Manager Go-Jek, Rini Widuri, enggan berkomentar terkait hal tersebut. “Kami tidak dapat berkomentar atas rumor yang berkembang,” katanya
Sedangkan manajemen Global Digital Prima (GDP) Venture, perusahaan modal ventura Grup Djarum untuk mendanai perusahaan-perusahaan rintisan (startup), tidak mengkonfirmasi adanya suntikan dana ke Go-Jek. “Ini semua masih dalam proses, belum ada konfirmasi dari semua perusahaan yang lain juga,” kata Aeran Ismail, Head of Corporate Affairs GDP.
![]()
– Tribunnews.com Melahirkan TribunJakarta.com
– Kekayaan Para Miliarder Ini Rontok Hingga Rp 1.539 Triliun
– Kekayaan Jeff Bezos Menyalip Bill Gates
– Dorothy Perkins Tutup, New Look Menyusul




























