Sorot: Kualitas AE Media House

0
462


ADVERTISING-INDONESIA.id – Penempatan iklan dan pemilihan media yang tepat adalah hal yang krusial atau menentukan dalam setiap kampanye iklan.  Iklan, baik dalam bentuk apapun, akan sangat sulit memperoleh keberhasilan jika tidak dilihat atau didengar oleh audiens sasaran (target audience).  Konsekuensi dari pemikiran ini membuat para perencana media dan negisiator-negosiator biro iklan harus yakin betul bahwa media yang mereka pilih benar-benar sesuai dengan karakter target audiens serta yakin bahwa target audiens memiliki peluang yang sangat besar untuk melihat atau mendengar iklan. 

Untuk memastikan hal-hal inilah para perencana diminta untuk memanfaatkan beragam data dan informasi hasil penelitian tentang media dan audiens yang akan membantu mereka dalam mengidentifikasi dan memastikan ketepatan pemilihan dan penggunaan media yang paling efektif.  Pengolahan dan penggunaan data secara tepat tidak terlepas dari pemahaman para perencana media terhadap ketersediaan data dari setiap lembaga penelitian audiens sebab ada banyak data dan informasi yang disediakan oleh lembaga survey namun dipahami secara terbatas oleh para media planner.

Salah satu kelemahan pokok yang dimiliki oleh praktisi media yang terhimpun dalam ekosistim media periklanan di Indonesia baik perencana media, pembeli media, dan tim penjualan space media-media house adalah keterbatasan wawasan mereka terhadap data dan ragam informasi yang relevan dengan tugas mereka sehari-hari.  Ada begitu banyak biro iklan atau advertising agency yang hingga saat ini diduga tidak memiliki atau melanggan data yang disediakan oleh berbagai syndicated research company yang beroperasi di Indonesia seperti Nielsen.  Beragam alasan seperti harga yang terlalu mahal, pemilihan media seringkali masih bisa dilakukan tanpa berdasarkan data terbaru, pengiklan menaruh kepercayaan yang tinggi kepada media pilihan para media planner tanpa mengetahui persis apakah media planner sungguh-sungguh menggunakan data dan informasi saat melakukan proses perencanaan media.

Pada level implementasi, kemampuan para perencana media dan tim penjualan space media-media house dalam menginterpretasikan data juga masih terus dipertanyakan.  Ketika para perencana media dan tim penjualan space media-media house bertemu seharusnya mereka saling berdiskusi soal data dan melakukan analisis perbandingan antar media berdasarkan data dan informasi.  Namun yang seringkali terjadi hanya obrolan ringan seputar harga, diskon, paket dan sedikit data serta informasi.  Ada banyak rumah media atau perusahaan media di Indonesia yang tidak melengkapi tim penjualan mereka dengan data dan informasi tentang media yang mereka jual.  Bahkan sangat banyak AE yang dalam melaksanakan tugasnya hanya mampu menjalankan peran sebagai penjual.  Dua peran lain yaitu sebagai promotor dan konsultan tidak mampu dijalankan dengan baik.

Para AE media-media house memang terlihat tekun menjalankan peran sebagai penjual, sehingga tidak heran jika mereka lebih banyak memaparkan soal harga, diskon, bonus, komisi dan lain-lain yang  semuanya berkaitan dengan penjualan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here