Padahal peran sebagai promotor dan konsultan akan memberikan kesempatan yang lebih tinggi bagi mereka dalam menaikkan penjualan. Ada banyak data yang sehari-hari dibutuhkan para media planner yang seharusnya dipenuhi dan dipresentasikan oleh tim penjual space media atau para AE media. Sebagai salah satu contoh, masih banyak AE media televisi yang tidak mampu menjelaskan tingkat efektifitas media mereka sebagai media iklan.Banyak AE media televisi yang tidak mampu mengartikulasikan data rating dan share menjadi informasi yang menjual. Kedua data ini jelas berbeda baik latar belakang dan tujuan pemanfaatannya. Rating pada prinsipnya adalah gambaran penguasaan program televisi yang sedang on air terhadap total populasi penonton. Rating total juga menggambarkan kekuatan industri televisi dalam mengumpulkan penonton di setiap jam tayang. Jika misalnya total keseluruhan rating semua program televisi yang sedang on air berjumlah 30, maka artikulasinya adalah hanya terdapat 30% populasi potensial yang tertarik menonton televisi pada jam tersebut, sementara 70% lainnya melakukan aktifitas lain. Jika rating suatu program terus menurun maka program tersebut berarti semakin tidak menarik perhatian penonton.
Sementara itu, share adalah data yang menunjukkan kualitas kompetisi suatu program dalam merebut perhatian penonton pada jam tertentu. Share adalah data yang menunjukkan dengan tegas dominasi sebuah program jika dibandingkan dengan program lain pada jam yang sama. Jika rating menunjukkan efektifitas absolut, maka share menunjukkan efektifitas relatif. Masih banyak hal yang harus dipaparkan oleh AE-AE media televisi, seperti rating dan share engagement atau involvement yang bisa diperoleh dengan memperhatikan tren average quarter hour analysis, index program yang menggambarkan kecenderungan ketertarikan atau magnitude suatu program, Cost per head analysis (sebagai pengganti CPRP), dan lain-lain.
Pengiklan akan jauh lebih yakin dalam menggunakan sebuah program atau media vehicle jika mereka memperoleh gambaran kualitas program atau media lewat data dan informasi yang analitik dan terbarui. Advertising agency, media buying house dan para AE media house yang tidak melengkapi diri dengan data atau tidak berlangganan data hasil penelitian media dan audiens yang disediakan oleh syndicated research company, maka bisa dibayangkan kualitas diskusi diantara mereka. Para AE media house harus memahami bahwa salah satu peran yang harus mereka jalankan adalah peran sebagai promotor yang mempromosikan media yang sedang mereka jual. Promosi yang berkaitan dengan penjelasan kekuatan media sebagai media iklan hanya bisa dilakukan dengan pemaparan data. Banyak pengiklan yang tidak memahami dengan rinci kekuatan-kekuatan media yang ditawarkan kepada mereka sebagai media iklan dan akibatnya mereka cenderung hanya menggunakan media yang selama ini sudah biasa mereka gunakan, karena sudah merasa nyaman. Menjadi AE media house memang tidak mudah, sebab peran yang harus dijalankan relatif kompleks: peran sebagai penjual, promotor dan konsultan.
![]()
– Media Digital: Kritikan Terhadap Model Cost Per Click
– Memahami “Banjar” Sebagai Potensi Titik Branding
– Atribut Pokok Media Luar Ruang dan Radio
– Radio, Media Yang Masih Kuat Dan Relevan




























