Bisnis Media Konvensional: A Sunset Business?

0
342


ADVERTISING-INDONESIA.id – Media-media konvensional seolah menunggu momentum atau saat yang tepat untuk melakukan recovery baik dari segi jumlah audiens maupun pendapatan iklan. Namun, sepertinya momentum itu sudah sangat sulit untuk terjadi bahkan media konvensional bak mesin yang gaya putarnya semakin melemah dan terancam berhenti total. Iklan- iklan yang mengisi ruang iklan media arus utama yang selama sekian dekade menjadi pilihan para pengiklan terus menurun baik dari segi frekuensi maupun ukuran. Perjuangan para AE (Account Executive) iklan dalam meyakinkan para pemilik budget iklan seolah membentur tembok keras dan secara perlahan menyurutkan semangat mereka hingga ke titik terendah.

by Indra Jaya Sihombing (Chief Editor)

Persoalan Pengukuran
Sudah sejak lama para pengiklan memiliki pertanyaan yang kritis terhadap efektifitas media konvensional sebagai media komunikasi brand atau media iklan. Hal ini berawal dari sulitnya memastikan jumlah audience yang benar-benar diterpa iklan atau audience impression saat sebuah iklan dipasang di halaman media cetak atau space iklan media-media elektronik. Kemudian berlanjut kepada sulitnya mengukur efek iklan segera (immediate advertisement effect) yang terjadi segera setelah audiens melihat iklan di media konvensional. Sayangnya, pada saat masih sangat berjaya, media-media konvensional tampak sangat jarang menyajikan data hasil pengukuran efektifitas media mereka di berbagai media profile atau media kit yang mereka miliki. Mereka begitu yakin bahwa pengiklan tidak memiliki banyak pilihan media yang bisa digunakan sehingga tanpa data yang lengkappun mereka berani ‘berjualan’. Para pengiklan tampak pasrah dan menerima data-data serta informasi yang tampilannya cukup sederhana yang ditawarkan media-media konvensional selama berpuluh tahun. Bahkan, pada masa kejayaan media konvensional, sangat sulit menemukan AE atau perwakilan media yang menguasai data-data tentang pengukuran efek iklan dan dengan piawai memaparkannya dihadapan para pengiklan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here