Menetapkan Reach And Frequency Pada Saat Peluncuran Brand

2
3185

Pada siklus pengenalan dan pertumbuhan brand, bobot reach and frequency biasanya lebih tinggi dari rata-rata R & F industri sebab pada siklus ini brand membutuhkan sebanyak-banyaknya target market yang sadar tentang brand. Secara empiris, net reach pada siklus pengenalan brand direkomendasikan antara 80 hingga 95 persen. Biasanya, scheduling pattern yang direkomendasikan pada siklus peluncuran adalah flight continuous pattern dimana satu flight sekurang-kurangnya berlangsung selama 4 minggu berturut-turut. Jumlah flight sangat dipengaruhi oleh jumlah budget yang tersedia namun rekomendasinya adalah minimal 3 flight dengan hiatus period antar flight selama satu minggu. Dengan demikian, satu flight membutuhkan minimal 80 hingga 95 persen net reach. Jumlah frekuensi absolut yang dibutuhkan dalam setiap flight biasanya antara 3 hingga 5. Pernyataan tujuan media yang lengkap untuk siklus ini adalah menjangkau minimal 80 hingga 90 persen target market yang melihat iklan minimal 3 hingga 5 kali dalam empat minggu. Setelah 3 flight, pengiklan dapat mengamati distribusi reach and frequency atau jumlah reach dalam level frekuensi yang berbeda-beda (1+, 2+, 3+, dst).

Tentu saja faktor persaingan brand pada waktu peluncuran, kompleksitas pesan iklan dan media cluttered perlu dipertimbangkan saat menetapkan reach and frequency.

Perlu diingat bahwa reach dan frequency yang digunakan sebaiknya adalah absolute reach and frequency bukan range reach and frequency. Absolut reach and frequency merujuk kepada sebuah angka yang ditetapkan untuk mencegah terjadinya inefficiency akibat over reach and frequency. Saluran media yang dipilih dengan demikian harus menjamin bahwa angka ini bisa dicapai dengan efektif, sebab kesuksesan peluncuran brand bisa terancam dan menimbulkan bahaya terhadap eksistensi brand jika pencapaiannya jauh di bawah target.

 

Artikel terkait: Tidak Selamanya Media Digital Itu Unggul
Efektifitas Media Luar Rumah
Evolusi Perencanaan Media
Wawancara Eksklusif Indra Abidin

2 COMMENTS

  1. Apa yg diuraikan terkait R & F dlm jangkauan audience diatas sejauh sbg pendekatan kuantitatif bs diterima mendekati “ketepatan” krn terukur dlm angka. Namun melht kompetisi produk2 saat ini yg demikian ketatnya, adlh “kurang tepat” hanya bertumpu pd sisi kuatitatif. Produk tdk lg berharap dipakai semua lapisan. Tp sdh mengarah pd segmen market khusus.Ini hanya bs didekati scr kualitatif (kita sadar bhw pendekatan ini tdk mudah analisisnya). Dibutuhkan insan media yg benar2 memiliki jam terbang yg memadai unt mampu menganalisisnya. Tdk hanya mampu berkutat dng data kuantitatif atau generik alias konvensional.

    • Terimakasih Pak Uhir Tambunan atas komentar dan masukan Anda. Kami juga setuju bahwa pada dasarnya pengukuran kuantitatif saja tidak cukup, tapi juga harus diteliti dengan metode kualitatif. Semoga komentar Pak Uhir bisa menambah wawasan para pelaku industri periklanan di Indonesia menjadi lebih luas.