
Q: Jadi apa yang dilakukan P3I saat ini?
A: jadi saat ini, tim ini ada 7 orang (Tim 7). Tugas kami adalah membereskan secara paper (administrasi, red). Dalam jangka waktu tertentu kita ingin buat kongres luar biasa. Kita hargai kepemimpinan sebelumnya. Kedua, keuangannya kita bereskan. Itu termasuk yang ingin kita lakukan dan buat arahan.
Q: Bagaimana supaya P3I punya kemampuan mengatasi kebiasaan anggotanya?
A: Dibutuhkan “pahlawan” yang punya visi memperbaiki P3I. Kalau orang seperti aku ini hanya untuk dimintai pendapat saja. Walaupun untuk golongan tua, aku yang paling muda. Kami punya AD/ART yang dulu pantang diganggu. Lalu apakah masuk akal untuk saat seperti ini?
Q: Apa yang paling mungkin dilakukan P3I dalam waktu dekat ini?
A: Melanjutkan tim 7. Kita ingin perbaiki AD/ART-nya dan lain-lain.
Q: Kalau pemerintah mau terlibat. Apa yang harus mereka lakukan?
A: Aku punya harapan dengan adanya kepala Bekraf yang dulu salah satu praktisi periklanan. Aku ingin aturan yang benar. Kami ingin mengatur sendiri. Contoh, kalau ingin membuat iklan, pakailah yang sudah menjadi anggota P3I karena ini yang resmi dari pemerintah.
Q: Ketika media specialist masuk, kenapa tidak ada filterisasi? Apa yang terjadi saat itu?
A: Aku tak ingat, apakah pengurusnya itu aku, waktu itu. Tapi yang jelas aku siap melawan. Aku juga buat web media. Aku kumpulin 10 agency lokal untuk menghadapi ini. Dari 10 yang aku undang, 6 tumbang. Kalau semua punya open minded, bisa jadi asing itu tidak jadi masuk Indonesia. Kalau misalnya Dwi Sapta gabung dengan DM Pratama, itu baru bisa ‘main’.




























