Media Cetak:
Menguak Kekuatan Bertahan Tabloid Legendaris BOLA

0
2560


ADVERTISING-INDONESIA.id – Untuk kali kesekian kami mendatangi beberapa agen dan sub agen juga pengecer koran yang tersebar disekitar kawasan Cililitan, Senen dan Blok M. Sejauh ini pengakuan dari mereka (agen) masih tegas menyebutkan bahwa hampir keseluruhan media cetak baik koran ataupun majalah semakin kesini semakin mengalami penyusutan secara penjualan (bisnis). Kali ini Advertising Indonesia mencoba melakukan penelusuran tentang media cetak dengan konten olahraga, khususnya Tabloid Bola.

Kami mencoba untuk menggali lebih dalam lagi pengalaman yang dirasakan oleh agen, sub agen dan pengecer, apakah media cetak yang kontennya tersegmentasi dengan olahraga seperti Bola, Topskor, dan Superball juga turut mengalami kemerosotan secara tiras. Seperti diketahui Tabloid BOLA dan harian TopSkor pernah menjadi ‘primadona’ ketika berada dipuncak kejayaan beberapa tahun yang lalu. Apakah di era digital yang demikian masif seperti sekarang ini baik BOLA ataupun Top Skor, bisa mengulang masa-masa keemasan itu?

Kami mencoba sedikit flashback kebelakang, sekedar merefresh memori, yang kami rangkum dari beberapa sumber. Bagaimana dahulu kala BOLA yang bukan saja diingat sebagai media melainkan juga sebagai entitas bisnis demikian diminati oleh pembaca ditanah air.  Demikian juga dengan Top Skor yang sempat mengklaim bahwa pembaca mereka tembus hingga 1 juta eksemplar.

Namun sayangnya semua hal itu berpotensi menjadi hanya tinggal kenangan manis belaka. Tampaknya, strategi konten media-media cetak termasuk media olahraga yang masih saja mengandalkan berita tidak lagi relevan.  Kini peradaban zaman sudah berubah seiring dengan perkembangan teknologi yang demikian canggihnya sehingga memudahkan manusia dalam memperoleh berita dan informasi apapun hanya melalui genggaman tangan, termasuk berita dan informasi olahraga. Kami menyimpulkan pernyataan agen yang sudah pesimis melihat keberlangsungan bisnis media cetak lantaran kian hari tiras kian terjun bebas.

“kalau koran dan media cetak lainnya, ini seperti menunggu bom waktu saja, entah sampai kapan bisnis media cetak ini bisa kuat bertahan di zaman teknologi yang canggih ini, kemungkinan saja bisa 1 atau 2 tahun kedepan. Karena apapun jenis medianya, baik itu koran, majalah yang isinya ada politik, fashion, otomotif taupun olahraga semuanya sudah seperti hidup segan mati tak mau. Kita pun sebagai agennya karena sudah belasan tahun bisnis ini jadi kita setia aja ‘nunggu’ kekuatan mereka (penerbit) sampai dimana. Kalau mereka selesai ya berarti kita juga selesai,” demikian pernyataan Sikin salah satu agen koran dan media cetak lainnya di kawasan Cililitan, Jakarta Timur.”