Media Cetak:
Menguak Kekuatan Bertahan Tabloid Legendaris BOLA

0
2562

Masa keemasan media cetak olahraga tampak sudah berlalu. Ledakan media digital seperti diprediksikan banyak pihak perlahan-lahan menenggelamkan media cetak seperti koran, tabloid dan majalah.  Buktinya sangat jelas, para agen mengalami dan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana jumlah paid circulation media cetak terus tergerus. Invasi teknologi digital yang sudah sedemikan masif di Indonesia memberi dampak buruk terhadap eksistensi media cetak termasuk media cetk berbasis konten olahraga.

Seperti diketahui, BOLA adalah salah satu media olahraga terbaik di tanah air. Selama lebih dari tiga dekade perjalanannya, BOLA selalu bergerak dinamis. Sejak pertama kali terbit pada Maret 1984 saat masih menjadi sisipan di Harian KOMPAS, BOLA langsung disukai. Setelah empat tahun menjadi sisipan, BOLA akhirnya terbit mandiri pada tahun 1988.

Selama 13 tahun, BOLA terbit seminggu sekali setiap Jumat. Kemudian pada Maret 1997, BOLA menambah frekuensi terbitnya menjadi seminggu dua kali, Selasa dan Jumat. Walaupun resminya terbit Selasa dan Jumat, pembaca biasanya sudah bisa mendapati tabloid ini sejak Senin dan Kamis sore.

Dinamika yang terus terjadi di tengah persaingan media disikapi BOLA dengan lincah dan menerbitkan edisi Sabtu, seolah mau menutup peluang edar bagi media pesaing. Pada masa kejayaannya, BOLA terbit hingga tiga kali seminggu (mulai sekitar Maret 2010), yaitu edisi Senin, Kamis dan Sabtu.

Sejatinya periode terbit seminggu dua kali itu sudah cukup. Sebab, sejak penerbitan BOLA edisi Sabtu, BOLA edisi Kamis menjadi seperti ‘kurang gizi’. Kenapa? Karena BOLA Kamis tidak elok lagi menampilkan preview pertandingan akhir pekan, yang digeser menjadi konten utama Bola Sabtu.

Tidak cukup sampai di situ, BOLA kembali membuat terobosan yang mencengangkan banyak pihak. Di tengah-tengah himpitan dan eforia media digital, tepat 7 Juni 2013 lalu, Sports and Health Media (SHM) Kompas Gramedia Group memutuskan untuk menerbitkan Harian BOLA. Sejak saat itu, BOLA terbit mulai hari Senin hingga Sabtu dengan harga promosi Rp.2.500/ eksemplarnya. Selain Harian BOLA, Tabloid BOLA juga tetap terbit dengan format mingguan setiap hari Kamis.

Pada titik ini bisa disimpulkan bahwa BOLA memang sedang head to head dengan Harian Top Skor. Selain ukuran kertas yang serupa, BOLA dan Top Skor juga bersaing memamerkan lisensi media asing yang mereka kantongi. Seperti kita ketahui, Top Skor sangat diuntungkan oleh kerjasama eksklusif mereka dengan La Gazzetta (Italia) dan Marca (Spanyol).