Banyak pihak berharap agar media cetak yang berpindah ke platform media digital tetap mempertahankan mutu dan prinsip jurnalistik seperti dikemukakan di atas. Secara isi, hal tersebut sangat mungkin dilakukan, namun petaka baru kembali dihadapi ketika pengiklan hanya bersedia membayar pemasangan iklan dengan syarat yang tidak mudah. Terminologi cost per click, cost per engagement bahkan cost per real action menjadi sandungan baru. Inilah yang menyebabkan pendapatan media berita dengan platform media digital tidak sehebat ketika mereka terbit dalam bentuk cetak. Demi perolehan atau pendapatan yang melebihi pengeluaran operasi, kita melihat ada banyak media berita digital yang dipenuhi iklan hingga menutupi halaman-halaman berita, seolah iklan menjadi penguasa. Artinya, media seolah tunduk kepada pengiklan yang menuntut gross impression yang tinggi sebagai jembatan menuju click opportunity yang berujung engagement.
Bahkan akhirnya, ada berbagai media berita digital yang sangat mengutamakan headline daripada isi demi menarik perhatian pembaca. Terkadang headlinenya begitu hebat atau bombastis dengan kata dan kalimat yang sangat menarik perhatian namun isinya ternyata sangat jauh dan tidak begitu sesuai dengan isi di dalamnya. Menurut sebagian praktisi media, justri itulah strategi baru jurnalistik dewasa ini di era digital, jika mau bertahan. Masihkah prinsip jurnalistik bisa dipertahankan dalam kondisi seperti ini?
Ironi ini akan terus berlanjut, tanpa kita ketahui kapan akan berakhir. Media cetak daerah yang beroperasi dengan biaya cukup rendah diduga masih akan bertahan sekalipun ditengarai bahwa tim penulis atau para jurnalis juga terpaksa ikut berjualan space iklan demi mempertahankan hidup atau usaha. Industri pers berada di persimpangan, antara idealisme pers dan bisnis, bahkan bisa jadi, dalam beberapa tahun ke depan media cetak atau digital dengan idealisme pers yang sesungguhnya sudah tidak bisa ditemukan.
![]()
– David Ogilvy! Father of Soft Sale In Advertising
– Survey Nielsen ADEX 2017: Pertumbuhan Iklan Didorong oleh Kenaikan Harga “Gross Rate”
– Nielsen Advertising Expenditure Full Year 2017 and Trends: Seberapa Besar Pertumbuhan Belanja Iklan di Tahun…





























