Secara ideal, contextual targeting seharusnya mampu mengatasi keraguan pengiklan yang selama ini menganggap iklan display di media online kurang efektif dan mahal atau bahkan dianggap tidak lebih hebat dari iklan yang tampil di media-media tradisional. Jika selama ini gross impression dianggap terlalu umum atau massal, maka hadirnya teknologi search marketing atau contextual targeting seharusnya menjadi salah satu jawaban atas persoalan tersebut. Melalui teknologi contextual targeting atau search marketing maka pengiklan akan mendapat jaminan bahwa iklan mereka ditempatkan pada situs dan posisi yang sesuai dengan karakter brand yang beriklan. Jika iklan sudah ditempatkan pada situs dan posisi yang relevan, maka tindakan audiens untuk merespon iklan pada dasarnya adalah persoalan lain yang tidak seharusnya menjadi tanggung jawab media atau situs media dimana iklan ditempatkan.
Ketika iklan sudah tersampaikan lewat situs online yang sudah sesuai dengan brand atau contextual advertising, maka pemilik brand atau pengiklan sudah tidak relevan menuntut pemilik media untuk memaparkan jumlah klik sebagai dasar pembayaran iklan. CPC atau cost per click menjadi sesuatu yang tidak adil bagi pemilik media yang dipilih berdasarkan contextual advertising. Ketika iklan sudah tersampaikan kehadapan audiens, maka tugas media secara teori sudah selesai sebab ada banyak hal yang membuat audiens tidak melakukan klik terhadap iklan.
Bisa saja materi iklan seperti teks, gambar, atau konten iklan memang tidak menarik perhatian audiens sehingga mereka enggan melakukan klik atau respon lanjutan. Artinya, pada saat mereka melihat iklan banner atau display ad, keinginan mereka untuk melakukan klik terhambat oleh kurangnya daya tarik iklan, atau ketidaktertarikan mereka terhadap brand yang sedang beriklan, atau memang iklan dianggap belum perlu (inappropriate ad).
![]()
– Atribut Pokok Media Luar Ruang dan Radio
– Peluang Media Tradisional Dalam Membangun Attention
Menanti Peta Arah Beriklan di Dunia Digital






























Menurut saya antara Targetting dan Model Pembayaran adalah 2 hal yang berbeda. Bidding yang dilakukan pada situs pihak ke 3, seperti contohnya Google Display Network pada Publisher Adsense, bidding platformnya menggunakan CPM, namun memang pengiklan tetap dikenakan biaya CPC. Terlalu panjang untuk dijelaskan disini tapi saya ada penjelasannya dari Google.
Sementara dalam artikel banyak dibicarakan tentang konsep targetting… i think it’s 2 different thing. CMIIW, let’s discuss