Quo Vadis Industri Periklanan Indonesia

5
2615

Ribuan iklan yang diciptakan oleh ahli-ahli strategi periklanan bergulir menggempur benak audiens dan dinilai sukses dalam menumbuhkan interaksi emosional dan rasional brand dengan audiens. Perilaku bisnis yang sehat dan masih kuatnya prinsip saling menghargai diantara pelaku bisnis periklanan membuat bisnis periklanan melaju dengan sangat cepat. Ribuan mahakarya kreatif bisnis periklanan seolah berkelindan dengan kesuksesan perusahaan dalam membangun brand dan keuntungan bisnis. Industri Media dan Periklanan menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Sejarah dan perkembangan perusahaan periklanan atau biro iklan tidak lepas dari jasa para jagoan kreatif yang menggulirkan ribuan gagasan dan eksekusi iklan yang brilian.

Sebagai pihak yang memanfaatkan jasa biro iklan, pengiklan tidak merasa keberatan membayar mahal proses pekerjaan kreatif. Pengiklan bahkan membayar mahal Agency Service Fee atas layanan media planning dan buying sekalipun pada awal sejarah bisnis periklanan kompleksitas media landscape masih belum serumit era digital sekarang ini.

Para pelopor perusahaan periklanan memang dikenal memiliki misi yang sangat kuat dalam memberikan layanan penuh atau sebagai Full Service Advertising Agency. Mereka adalah biro iklan yang melayani tidak saja pembuatan materi kreatif iklan namun memberi layanan lengkap media planning dan buying dalam satu atap. Bahkan, saat ini mereka kemudian berinisitafif memperluas layanannya hingga ke brand activation dan digital services.

Era modern bisnis advertising ditandai dengan bangkitnya berbagai biro iklan kelas dunia dengan layanan penuh atau World Class Full Service Agency seperti McCann Erickson, Bates, Dentsu, O&M, BBDO, DDB, FCB, JWT, TBWA, Hakuhodo, Y&R, Saatchi dan lain-lain. Biro-biro iklan ini bahkan membuka perwakilannya di puluhan Negara hingga kemudian mereka dikenal sebagai Worldwide Networking Advertising Agency. Mereka dikenal memiliki pengorganisasian yang sangat kuat di bidang kreatif dan media planning dan buying sehingga kantor mereka seringkali dianggap sebagai tempat berguru yang ideal oleh para praktisi industri advertising di seluruh dunia.

1
2
3
4
5
SHARE
Next articleEfektifitas Media Luar Rumah

5 COMMENTS

  1. Pertama saya mengucapkan Selamat atas terbitnya Advertising Indonesia dalam multi platform. Semoga AI dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri pemasaran sebagai salah satu sarana meningkatkan kapabilitas dan kompetensi pemasaran. Dalam era MEA Indonesia akan diserbu oleh tenaga profesional dari luar negeri, sehingga anak negeri juga harus dapat meningkatkan daya saing personal dalam persaingan tersebut.
    Saya membaca dua artikel AI dalam edisi perdana ini. Tanggapan saya: Headline cukup provokatif, namun saya sarankan dalam artikel berikutnya konten juga menyajikan tambahan analisa dan rekomendasi. Dalam artikel Beriklan Bijak agar dapat diberikan data sahih atas klaim efektifitas. Measure efektifitas agar bukan kualitatif misalnya: “terbukti makin banyak supermarket yang menjual brand ini..”. Sebagaimana dalam pemasaran, makin banyaknya toko yang menjual tidakndapat di klaim 100% sebagai efektifitas iklan karena distribusi sebagiannya adalah merupakan peran bagian penjualan dan supply chain perusahaan.

    Input di atas tidak mengurangi kegembiraan saya akan terbitnya AI. Semoga input saya dapat menjadikan AI edisi-edisi berikutnya lebih tajam, sehingga menjadi pilihan pertama pelaku pemasaran secara luas.

    SELAMAT. Saya dukung untuk Sukses.

    Iriana E Muazd
    Pemerhati Pemasaran

  2. Terimakasih Ibu Iriana Ekasari Muazd atas komentar yang diberikan kepada Advertising Indonesia. Tentu saja kami dengan senang hati menampung saran dan aspirasi Ibu. Masukan ini akan kami pertimbangkan untuk dimuat pada Advertising Indonesia edisi berikutnya.