Suramnya Perusahaan Periklanan Indonesia

0
1343

ADVERTISING-INDONESIA.id – Iklan dan beragam aktifitas komunikasi berperan sangat signifikan dalam dalam membangun ekuitas brand. Penggunaan aktifitas komunikasi brand lain seperti PR dan Promosi memang terus meningkat, namun beriklan masih menjadi pilihan utama para pemilik brand dalam membangun hubungan antara brand dan pasar.


Industri Periklanan tidak pernah kehilangan gairahnya begitu juga dengan industri media yang berkembang baik secara vertikal maupun horizontal. Di awal tahun 2000an sejumlah pengamat berpendapat bahwa industri periklanan sudah memasuki masa pudar dan bahkan diramalkan akan mati. Pada prinsipnya, sepanjang rumah media (media house) terus bertahan, bertumbuh dan berkembang maka industri periklanan dipastikan akan mengalami hal yang sama.

Pada prinsipnya, sepanjang rumah media (media house) terus bertahan, bertumbuh dan berkembang maka industri periklanan dipastikan akan mengalami hal yang sama.

Perdebatan seru para praktisi dan ahli komunikasi tentang masa depan iklan dan industri periklanan semakin kerap dilakukan ditengah semakin menguatnya keraguan terhadap peran iklan sebagai alat komunikasi. Berbagai buku mengupas tentang hal tersebut dan diantaranya adalah sebuah buku hasil karya Sergio Zyman, mantan Head of Marketing Coca-Cola berjudul The End of Advertising As we Know It sebagai kelanjutan dari bukunya yang berjudul The End of Marketing As we Know It. Lewat buku ini, Zyman mengulas serta mengkritik kinerja dan peran iklan aktifitas pemasaran.

Sebagai seorang praktisi pemasaran yang sangat diakui, Zyman mengajak para pengelola atau praktisi periklanan serta pemasaran untuk menciptakan iklan yang lebih strategis, workable dan memberi sumbangan yang nyata terhadap pertumbuhan bisnis. Jika tidak maka industri periklanan berpotensi meredup. Para ahli mendesak agar Pengukuran atau metrik semakin dikedepankan.