Apakah media dengan teknologi konvensional seperti media cetak sudah tidak mempunyai ruang untuk bertahan baik sebagai penyedia konten maupun sebagai media promosi?
Pada prinsipnya media adalah alat yang kita gunakan untuk berkomunikasi. Sebagai alat, setiap media memiliki kelebihan dan kekurangan yang khas. Media konvensional cetak misalnya, masih dinilai sebagai media yang efektif dalam menjangkau pasar yang spesifik seperti pasar lokal. Sekalipun kelelahan, sejumlah media cetak dan radio lokal di berbagai daerah di Indonesia masih terus bertahan melayani audiens mereka yang mungkin dari segi jumlah tidak lagi sebesar lima atau sepuluh tahun yang lalu, namun secara psikografis mereka sangat kuat. Media-media ini sangat pas jika digunakan dalam membangun brand awareness bahkan brand usage di pasar lokal. Sebuah harian besar di Jakarta diakui memiliki kekuatan konten yang secara kualitas sangat terpertanggungjawabkan dan karenanya dipercaya sebagai salah satu media komunikasi penting dalam menjaring perhatian kelompok menengah atas.
Secara klasik, kombinasi audiens yang spesifik dengan materi kreatif yang kuat akan menghasilkan dampak iklan yang signifikan; dan konsep ini belum dihapus dari buku dan teori periklanan.
Bagaimana meyakinkan pengiklan agar tidak begitu saja meninggalkan media konvensional dan berpindah ke media digital?
Pada dasarnya, media konvensional seperti media cetak dan radio memiliki kekuatan komunikasi yang khas. Artinya, jika dirancang dengan kreatif yang jitu maka iklan media cetak dan radio akan bekerja dengan baik. Kombinasi teks (copy) dan visual iklan media cetak yang dituangkan dalam layout yang berimbang dan dipublish dalam ukuran yang pas, sekalipun dilihat oleh jumlah audiens yang terbatas, pasti memberi dampak komunikasi yang kuat terhadap brand. Kita paham betul bahwa interaksi fisik atau mekanik bukan kekuatan media cetak atau radio konvensional. Namun jangan pernah lupa bahwa baik media cetak maupun radio memiliki ikatan yang kuat secara emosional dengan audiensnya sehingga mutu interaksi mereka dengan pesan juga sangat kuat secara emosional.
Berbagai perangkat atau piranti digital memang menawarkan banyak hal kepada audiens: interaksi, saling berbagai komentar dan bahkan membentuk kelompok dengan minat yang sama. Namun demikian, dalam banyak hal seperti kompleksitas lalu lintas pesan dan fraksi atensi audiens yang sangat besar membuat beriklan di media digital seringkali tidak menguntungkan brand.
Berbagai objektif seperti impression, click, lead, dan conversion juga tidak mudah untuk dicapai. Mengajak audiens melakukan transaksi atau setidaknya mengunjungi situs brand juga tidak semudah yang dipikirkan. Jangan pernah terlena dengan kata interaksi atau direct respons. Berkomunikasi adalah proses. Brand yang bijak pasti mempertimbangkan perlunya melakukan aktifitas komunikasi yang berimbang. Memacu pertumbuhan brand tidak pernah serta-merta atau semudah menjentikan jemari.
| Artikel terkait: | Efektifitas Media Luar Rumah |
| Evolusi Perencanaan Media | |
| Menetapkan Reach And Frequency | |
| Wawancara Eksklusif Indra Abidin |




























