Oleh karena itu, dalam proposal atau dokumen kampanye iklan yang akan disiapkan, tetapkan terlebih dahulu tujuan komunikasi atau beriklan (advertising objective) yang benar-benar dapat diukur. Tujuan beriklan adalah tujuan yang mengarah kepada pembentukan, penguatan serta pemantapan karakter atau unsur brand termasuk produk yang terikut didalamnya, termasuk dan tidak terbatas kepada: demonstrasi kekuatan brand atau produk, mengubah persepsi, menjelaskan manfaat utama produk, mengenalkan atribut pokok brand, dan mendorong minat membeli.
Perlu diingat bahwa pengiklan cenderung berpendapat bahwa unsur-unsur marketing lain seperti kualitas produk, distribusi dan ketersediaan barang serta harga berada pada kondisi terbaik. Dalam situasi seperti ini, tim biro iklan dituntut untuk menyiapkan strategi post campaign yang akan mengukur pencapaian tujuan komunikasi secara ideal agar kelak tidak disalahkan begitu saja ketika penjualan tidak meningkat setelah kampanye iklan selesai. Kalau tujuan komunikasi terbukti tercapai dengan baik maka ada kemungkinan unsur-unsur marketing yang lain tidak bekerja dengan sempurna, sehingga penjualan tidak bergerak positif. Hal seperti ini seringkali dialami oleh brand baru atau lama yang terlibat dalam persaingan pasar yang sangat ketat.
Dalam konteks kreatif, uji materi kreatif perlu dilakukan secara objektif sehingga pengiklan benar-benar yakin bahwa materi iklan yang akan dikomunikasikan baik lewat media digital maupun konvensional sudah memenuhi kapasitas sebagai materi kampanye. Copy testing seperti copy development test dan post effectiveness test seperti day after recall (DAR) test perlu dilakukan.




























