TARPs, SOV, SALES dan SOM
Dalam konteks media, penetapan level TARPs atau GRPs mutlak dilakukan dengan menyertakan data hasil survey kampanye iklan-iklan relevan sebelumnya. Berbagai perusahaan iklan global sudah melakukan pemodelan tentang advertising response sebagai bahan dalam menetapkan reach dan frekuensi. Dentsu X misalnya mengoperasikan Figaro (software dalam mengoptimalkan reach dan frequency) serta DCCR (Dentsu Campaign Case Research) yang berisi pengalaman empiris objektif ribuan kampanye iklan yang pernah ditangani Dentsu Global.
Hubungan antara advertising (kreatif dan media) dengan penjualan dapat diamati melalui kurva Advertising Response Curve. Kedua variabel ini (advertising dan sales) jelas saling berkaitan dan bisa dijelaskan secara logis. Kurva ini menjelaskan bahwa pesan yang diciptakan oleh tim kreatif tidak pernah bisa berdiri sendiri dalam menciptakan efek iklan termasuk sales. Sehebat-hebatnya materi kreatif tetap harus dikomunikasikan pada level TARPS yang efektif sehingga menciptakan incremental sales yang ideal. Harus dicegah terjadinya diminishing return of message response atau penambahan TARPs yang justru hanya menciptakan penjualan yang semakin kecil dan menurun.




























