Ketika TARPs diolah atau ditransfer menjadi SOV dan sales diolah menjadi Share of market (SOM) maka hubungan antara advertising dengan sales dapat dianalisis lebih lanjut. Menurut salah satu studi tentang SOV dan SOM, SOV yang diturunkan hingga 12% berpotensi menurunkan market share khususnya pada area yang masih sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor pasar seperti: kompleksitas produk, situasi dan kondisi penjualan, tingkat pengetahuan dan pengalaman pembeli, stabilitas atau mobilitas pembeli potensial, variasi produk, dan proporsi belanja pembeli terhadap produk sejenis.
Disinilah letak pengetahuan yang diolah lewat logika, matematika, statistika, dan metode ilmiah menjadi perlu. Jika perlu, mintalah bantuan ahli ekonomi statistika menjelaskan hal tersebut agar pengiklan puas dengan posisi kita sebagai konsultan. Art, Knowledge and Science menjadi topik perbincangan hangat Advertising Indonesia.id ketika bertemu dan berbincang dengan Prof. Dr. Rudi Harjanto, ahli strategi periklanan yang saat ini menjadi rektor Universitas Dr. Moestopo. Beliau mengemukakan bahwa posisi Advertising menjadi sangat strategis mengingat kaitannya yang sangat erat dengan ilmu komunikasi, ilmu seni (senirupa), ilmu marketing dan ilmu statistik. Membuka mata, telinga dan mempertajam intuisi tentu berpotensi menaikkan atau menambah pengetahuan. Dari tidak tahu menjadi tahu atau menjadi berpengetahuan seringkali menjadi tidak cukup ketika kita menolak atau terkesan bereaksi negatif hanya karena tidak mampu menjelaskannya secara logika. Banyak variabel yang perlu kita pelajari sekaligus memahami dengan baik hubungan antar variabel tersebut .
| Berita terkait: |
| – Menjawab Tantangan Besar Profesi Account Management |
| – Mengapa Tugas Account Service Begitu Kompleks? |
| – Kemudahan Terintegrasi |




























