Seni Mengelola Kreatifitas
Secara eksternal, persoalan yang akan dihadapi tim kreatif akan sangat berbeda dan cenderung rumit ketika mereka berhadapan dengan client dari mulai staf hingga jajaran manajemen pengelola brand yang dalam hidupnya sehari-hari merupakan eksekutif bisnis bukan orang atau eksekutif kreatif. Sekali lagi, client adalah tim yang sehari-hari bergelut dengan masalah bisnis bukan masalah kreatif.
Tim kreatif akan berhadapan dengan persoalan yang spesifik ketika client yang berorientasi dan mengandalkan pengalaman bisnis ingin melakukan perubahan terhadap sejumlah pekerjaan kreatif yang sudah disiapkan dengan matang oleh orang kreatif. Persoalan mulai timbul ketika orang kreatif menganggap merekalah ahlinya dan bukan client sehingga permintaan perubahan yang diajukan client belum tentu dijamin akan dieksekusi. Apa yang akan terjadi kalau sudah begini? Biasanya akan timbul perdebatan terbuka sekalipun akhirnya bisa ditebak, orang kreatif akan dipaksa menuruti kemauan client dan ujungnya bisa menciptakan perang psikologis yang berlarut dengan client.
Pertanyaannya begini: jangan-jangan client memang benar? apakah tim kreatif menjadi satu-satunya pihak yang berhak menilai materi kreatif atau menjadi pihak yang lebih berhak menentukan ukuran penilaian materi kreatif tanpa memberikan apresiasi kepada aaspek pemasaran, bisnis atau aspek biaya yang begitu penting dalam menciptakan kampanye yang menguntungkan?
Ataukah orang kreatif yang pasti benar? mengapa client benar-benar bergeming dan tiba-tiba saja tanpa diundang menjadi pihak yang paham segala hal, sekaligus berkuasa merombak semua hasil karya kreatif yang sesungguhnya jelas, orisinil, sangat kuat dan efektif?
Adakah yang bisa dilakukan demi memperbaiki komunikasi dua pihak yang mempunyai orientasi perilaku yang berbeda ini? Atau apakah memang hubugan antara client dengan ‘vendor’ akan selalu terlihat adversarial? Seolah musuh?
Kalimat-kalimat akhir apa saja yang sering disampaikan client kepada orang kreatif ketika keputusan akhir sudah ditetapkan?
| …anda benar dan saya setuju dengan yang anda sampaikan, tapi manajemen kami tidak setuju, jadi lakukan saja seperti yang kita minta… (salah satu kalimat yang begitu familiar..) |
Tulisan ini masih akan berlanjut ke bagian-2.




























