Bacaan Ringan dan Perlu Soal Advertising (1)

0
2292


ADVERTISING-INDONESIA.id – Nah, apa sebetulnya yang membuat banyak orang beranggapan bahwa advertising sudah mati? Atau ini era dimana advertising sudah berakhir?  

Advertising adalah karya seni yang mampu membuat seseorang merindukan sesuatu yang sangat penting yang sebelumnya belum pernah didengar. Artinya, hanya karena melihat iklan, seseorang bisa tiba-tiba merindukan suatu brand dan berniat untuk mencobanya dengan segera.  Hal jugalah yang membuat banyak pihak menuduh advertising itu merampas keengganan beli dan menggantinya dengan keinginan belanja yang tinggi. Advertising bahkan dituduh juga sebagai salah satu penyebab konsumerisme dan pembelanjaan uang ke berbagai hal yang pada dasarnya tidak diperlukan.

Advertising bagaimanapun sudah menjadi salah satu ikon penting dalam dunia pemasaran. Banyak pihak percaya bahwa pada saat bisnis sedang berjalan dengan baik atau tidak ada masalah yang berarti dalam penjualan, maka advertising tetap bahkan sangat perlu dilakukan, apalagi pada saat brand dalam situasi buruk: advertising itu harus!

Advertising itu seperti perkawinan, mungkin saja ada cara yang lebih baik, namun adakah cara itu? Artinya, advertising pasti menemukan ganjalan, masalah bahkan kehancuran. Iklan tidak berhasil, uang sudah berhamburan dan kesehatan brand tidak kunjung membaik. Pemilik brand seolah mau bercerai dari advertising dan mengakhiri hubungan dengan segera. Nah, dalam hubungan yang retak seperti ini perlu dilakukan mediasi antara biro iklan dan pemilik brand. Jangan serta merta menyalahkan advertising sebab apapun yang terjadi pastilah hasil pergumulan biro iklan dan pemilik brand.

Ada hal lain lagi, insan periklanaan itu juga sering tidak konsisten: mereka mengatakan bahwa satu gambar itu senilai dengan seribu kata, tetapi pengiklan dan biro iklan tetap bersepakat dan percaya bahwa menggunakan gambar dan kata dalam satu iklan tetap akan lebih pas. Apakah ini inkonsistensi atau buah kesepakatan copy writer dan art derector? Pengiklan akan gerah ketika biro iklan datang membawa artwork yang hanya berisi gambar kecil produk atau brand di pojok kiri bawah suatu halaman iklan berukuran satu halaman koran. Pastilah teori tentang satu gambar bernilai seribu kata, bubar saat itu juga. Pengiklan akan menggaruk-garuk kepala dan berkata (dalam hati): “ini biro iklan atau si creative director pasti kurang kerjaan!”

Nah, advertising itu memang unik, kadang dijauhi tapi juga didekati, dibenci karena dianggap boros tapi dicari-cari. Para pemilik brand, percayalah, menghentikan advertising hanya demi penghematan uang, itu sama saja dengan menghentikan jam anda demi menghemat waktu.

Kita akan lanjutkan besok siang, salam Advertising Indonesia!


– Creative Fee: Mau Dihargai Berapa?
– Peran Salesman Sejatinya Tak Tergantikan
– Perencanaan Advertising: Agar Klien Paham, Apa itu Advertising Plan?
– Perlunya Membangun Komunikasi Teknis Dengan Klien

SHARE
Previous articlePerencanaan Media Berbasis Data
Next article