Media Planning di Era Media Digital

0
2350


ADVERTISING-INDONESIA.id – Perubahan media landscape telah menciptakan shifting dalam konteks media plan serta mendorong para media planner di era digital untuk belajar lebih banyak dan giat dibanding para perencana media di era media konvensional. Teknologi media yang terus berkembang juga telah mengubah wajah advertising secara signifikan bahkan oleh banyak pihak disebut bahwa era advertising sudah berakhir.

Eksistensi advertising sebagai teknik komunikasi brand sesungguhnya tidak akan pernah berakhir tetapi dipaksa melakukan penyesuaian signifikan menjadi digital advertising. Digital advertising tentu saja akan mengorbankan eksistensi industri media konvensional dengan sangat telak sebab media baru digital akan mengambil alih peran media-media konvensional sebagai media komunikasi brand, termasuk media iklan. Digital advertising sebagai praktek baru dunia komunikasi brand menjadi kata kunci yang menguatkan bahwa advertising belum akan punah. Media dan Advertising akan terus saling melengkapi, saling mendukung dan inovasi media harus diakui sebaghai pendorong perubahan besar industri periklanan.

Media planning menjadi salah satu aspek bisnis periklanan yang terdampak sangat signifikan. Teknologi media digital mengarahkan para perencana media mengubah paradigma mereka tentang peran dan fungsi media di era digital.

Konsep Jangkauan
Konsep jangkauan media konvensional yang dikenal dengan broad-reach secara signifikan berubah menjadi broad-catch di era media digital. Broad-catch menjadi konsep baru jangkauan media sebab saat ini semakin sulit menangkap audiens dalam jumlah besar sekaligus, sehingga menciptakan dan mencapai mass-awareness juga menjadi semakin sulit (Anthony Young, 2014). Kompleksitas ragam media dan channel menuntut pemahaman perencana media yang semakin tinggi tentang kekuatan dan kekurangan setiap media khususnya dalam hal perhitungan reach and frequency yang tidak lagi sesederhana era media konvensional.

Pergeseran Pilihan Media
Saat ini defenisi media bagi para milenials adalah Blogs, Instagram, Youtube, Facebook, dan lain-lain. Bahkan media berita misalnya tidak lagi didominasi oleh media berita konvensional tetapi oleh ratusan media berita digital yang mempublikasikan ragam berita dalam bentuk blogs berisi tulisan para politisi, pengamat terkemuka politik yang dengan bebas menuangkan buah pikiran mereka tanpa terikat aturan redaksional yang rinci. Hal ini menciptakan pola pemilihan media baru (media selection process) yang benar-benar berubah. Saat ini brand dengan target audiens usia muda lebih memilih melakukan kampanye brand lewat media digital dibanding media konvensional.

Kecepatan dan Ketersediaan Data
Saat ini tersedia ribuan data yang bisa kita tangkap dan pelajari lewat media internet. Bahkan, kecepatannya sudah sangat mengagumkan dan menjadikan data seolah menjadi sesuatu yang murah dan mudah didapatkan. Apakah data ini bisa dipercaya? Tentu kita harus melihat dan mencermati sumbernya. Namun yang jelas, temuan-temuan yang sangat berkualitas tentang industri media dengan mudah kita temukan di berbagai media digital online. Ketika melanggan data Nielsen masih sangat mahal dan membebani banyak perusahaan media di Indonesia sehingga data yang mereka sajikan menjadi sangat terbatas, para media planner secara umum bisa belajar dari begitu banyak data yang bertebaran di dunia maya.

Mobile digital
Perjalanan panjang media konvensional seolah akan berakhir sebab saat ini persepsi publik yang makin mengental adalah bahwa media itu adalah digital dan mobile (bergerak). Para pemasar juga mengamini bahwa langkah paling jitu dalam menghadapi persaingan brand yang semakin menggila dewasa ini adalah menangkap audiens 24 jam sehari 7 hari seminggu. Artinya, mobile devices dengan kecepatan jaringan internet yang sangat tinggi adalah pilihan utama sekaligus meminggirkan media-media lama. Advertising akan menjadi konten dan tidak akan pernah hilang atau bubar sebagai teknik komunikasi brand. Namun advertising content tentu akan terus berkembang dan mengikuti audience shifting yang mengalir tanpa henti. Bagi para media planner, pilihan menggunakan mobile digital media sudah menjadi tuntutan pokok bahkan media objective berbasis reach dan frequency perlu dicermati ulang dan diubah mejadi engagement objective.

 


– Perencanaan Media Berbasis Data
– Kedigdayaan Rating Program TV
– Nasib Media Berita Konvensional Versi Digital
– Kualitas Konsumsi Iklan di Media Digital