
| ADVERTISING-INDONESIA-id – Pemasang iklan kerap berkeluh kesah tentang kampanye iklan yang tidak kunjung berpengaruh terhadap penjualan sekalipun mereka sudah berbelanja di banyak media dalam jumlah yang menurut mereka sudah signifikan. |
Pengiklan sangat paham bahwa iklan berperan penting dalam menciptakan efek komunikasi, seperti misalnya dalam menambah wawasan atau pengetahuan calon pembeli atau target market terhadap suatu produk. Namun pengiklan tidak akan pernah puas jika iklan hanya berhasil di level komunikasi. Di sisi lain, kalangan praktisi periklanan juga tidak rela jika iklan yang berhasil di level komunikasi tetap dinilai gagal jika tidak berdampak terhadap penjualan. Pengiklan akan selalu bertanya kapan iklan-iklan yang mereka tayangkan berdampak positif terhadap penjualan? Berapa sesungguhnya biaya iklan, TARPs atau SOV yang dibutuhkan untuk menciptakan penjualan dan menjaga market share?
Advertising adalah kegiatan komunikasi yang berkaitan dengan seni, pengetahuan dan ilmu (art, knowledge and science). Iklan diakui secara luas sebagai karya seni kreatif sekaligus alat komunikasi mumpuni dalam membangun efek-efek komunikasi yang positif terhadap suatu brand. Kepiawaian insan kreatif dalam menciptakan iklan yang kuat secara estetika sudah teruji. Namun sekali lagi, suatu iklan yang dinilai memenuhi kaidah estetika atau memenuhi rasa dan keindahan, belum tentu dianggap hebat jika tidak berhasil menciptakan atau mendorong penjualan. Dalam situasi seperti ini, biro iklan kerap dinilai gagal. Padahal bisa saja diantara seluruh variabel marketing, ada variabel yang sedang dalam kondisi negatif. Sementara dalam konteks komunikasi, iklan sesungguhnya sudah bekerja dengan baik.




























