Advertising dan Branding

0
325


ADVERTISING-INDONESIA.id – Dalam sebuah buku yang berjudul 60 Minute Brand Strategist (Idris Mootee, 2013) disebutkan bahwa setidaknya ada 4 cara yang bisa dilakukan dalam membangun brand yaitu melalui pengalaman pelanggan (branding by customer experience), ekspresi brand itu sendiri (branding by self expression),  perencanaan (branding by planning) dan pencitraan (branding by imagery).

Branding by imagery adalah proses yang mengutamakan advertising sebagai strategi utama dan tentu saja advertising agency otomatis memiliki peran yang sangat kuat. Branding by imagery menggunakan fungsi brand (brand function) sebagai pendekatan atau sebagai pesan pokok yang dieksekusi secara kreatif oleh tim advertising agency. Artinya, fungsi-fungsi utama brand dikomunikasikan secara kreatif dan massal melalui media-media yang secara emosional sangat berkaitan dengan brand.

Dari sejak era konvensional, advertising diakui sebagai teknik komunikasi yang sangat berhasil dalam melakukan proses branding terhadap ratusan kategori produk seperti makanan, minuman, penerbangan, asuransi, hingga produk-poduuk berteknologi tinggi. Para produsen tidak pernah ragu bertarung dalam kategori produk yang sama dan bersaing secara kompetitif dalam merebut dan mempertahankan pangsa pasar yang mereka miliki lewat aktifitas branding yang dilakukan melalui advertising. Advertising sangat diakui sebagai salah satu teknik komunikasi yang tidak saja mampu mengubah persepsi audiens terhadap suatu brand namun juga mendorong dan mempertahankan penjualan hingga bertahun-tahun.

Kita melihat bagaimana misalnya brand-brand otomotif legendaris seperti BMW, Toyota dan Mitsubushi bersaing merebut pangsa pasar lewat proses branding yang menghabiskan dana hingga ratusan miliar. Brand-brand tersebut berhasil menancapkan image yang sangat kuat di benak konsumen sebagai brand otomotif yang terpercaya dan menyulitkan pesaing mereka memasuki dan merebut pangsa pasar yang mereka kuasai. Tentu saja bahwa keberhasilan brand-brand terkemuka seperti Toyota atau BMW tidak lepas dari kuatnya pengaruh pengalaman pelanggan (customer experiences) serta aktifitas brand yang strategis seperti analisis konsep dan product life cycle. Namun proses pembentukan dan penjagaan image yang dilakukan lewat komunikasi iklan yang berkesinambungan diakui mampu menjaga posisi brand-brand terkemuka tersebut di tengah-tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Perubahan signifikan lansekap media yang terjadi sejak penemuan teknologi dan media media digital tidak menyurutkan upaya branding yang dilakukan lewat teknik komunikasi digital advertising. Media-media digital termasuk media sosial digital telah menciptakan fragmentasi audies yang semakin tajam sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi praktisi periklanan khususnya tim kreatif. Tentu akan semakin sulit membangun kampanye brand yang memorable sebab konvergensi dan kontestasi media tak pelak menghadirkan serbuan pesan yang mengalir deras lewat ratusan channel atau aplikasi yang menyulitkan konsentrasi audiens dalam memilih dan memilih pesan. Iklan, baik dalam bentuk teks, visual, audio atau audio-visual digital akan menjadi pilihan utama dalam membangun brand image sekaligus menyiratkan masa depan industri periklanan (digital) yang akan terus bertahan.

 


– Media Planning di Era Media Digital
– Creative Thinking Pekerja Kreatif
– Mau Dihargai Berapa?
– Dilema Advertising Agency: Pekerjaan Vs Income

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here