Dilema Bisnis Advertising: Dulu dan Sekarang

0
3487

Agency atau biro iklan mulai kewalahan bahkan mengalami kerugian demi kerugian baik dari segi keuangan maupun tekanan persaingan. Agency bermodal kecil mulai tidak mampu membayar tepat sesuai tenggat waktu sekalipun media house sudah memundurkannya hingga 45 hari sejak tanggal penagihan. Pengiklan juga merasa sah untuk tidak melakukan pembayaran tepat waktu dengan beragam alasan yang seolah sah untuk diterima. Media dan biro iklan menghadapi dilema yang sangat pelik. Tekanan pembayaran yang dilakukan media terhadap biro iklan jelas tidak mudah untuk diteruskan kepada pengiklan sebab pengiklan bisa saja memindahkan atau memilih biro iklan lain yang memberi kelonggaran pembayaran yang lebih lama.

Dalam buku yang diterbitkan pada tahun 1976 tersebut dinyatakan bahwa Agency dengan jumlah client aktif hingga puluhan bahkan ratusan tidak merasakan dilema ini sebab perputaran uang mereka sangat lancar dan media house relatif enggan menekan mereka seperti tekanan yang mereka alamatkan kepada agency kecil.

Hari ini, di era milenial, 40 tahun kemudian, banyak agency yang mengalami dilema yang sama dimana penundaan pembayaran yang diajukan oleh pengiklan seringkali memberatkan mereka dan ujung-ujungnya juga memberatkan media house dan juga pihak ketiga lainnya seperti production house. Jika misalnya jumlah client yang dikelola suatu biro iklan sangat terbatas maka tentu saja keuntungan yang dihasilkan juga akan terbatas dan jika masih dibebani dengan pembayaran client yang tersendat tentu akan memberatkan arus kas perusahaan.

Menerima dan melayani client dengan pola pembayaran yang sangat tidak jelas ditambah dengan ancaman pemutusan hubungan kerja dalam waktu yang pendek tentu menjadi dilema bagi perusahaan periklanan khususnya perusahaan dengan billing terbatas. Akhirnya perusahaan bermodal besar akan mengambil alih persoalan atau dilema ini dan membuat begitu banyak biro iklan kecil menengah gulung tikar. Pada gilirannya, persoalan ini akan membebani media-media house yang dipaksa pontang-panting dalam membiayai operasi mereka sehari-hari. Dalam kondisi seperti ini ancaman terhadap kesejahteraan profesional yang bekerja di industri periklanan dan media semakin nyata. Satu hal lagi, semakin kuatnya hegemoni perusahaan-perusahaan besar tertentu atas industri ini berpotensi menciptakan oligopoli.


– Bisnis Media Konvensional: A Sunset Business?
– Tantangan Berat Bisnis Ritel Di Era Digital
– Crowdsourcing – Strategi Menggali Persepsi Publik Terhadap Merek
– Metode Penentuan Budget Iklan