‘Mereka’ ingin tampil lebih ‘radikal’
Radikal seolah negatif, namun sesungguhnya tuntutan kreatif di era digital saat ini membuat banyak pihak dipaksa berpikir radikal: berani keluar dari kemapanan dan mencoba hal-hal baru yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Generasi baru kreatif dunia agency mencoba banyak hal baru atau gagasan-gagasan baru yang sama sekali belum pernah dicoba di era konvensional. Di seberang sana, client juga menuntut hal baru, gagasan baru bahkan dengan deadline-deadline yang seringkali tidak masuk akal. Jam kerja berubah sangat fleksibel bahkan cenderung mengabaikan pola atau cara lama yang dianggap sudah sangat habitual.
‘Mereka’ ingin terlihat ramping
Bekerja dalam team yang solid dan dalam jumlah yang ramping ternyata lebih menjanjikan. Banyak agency baru yang hanya diisi oleh sejumlah kecil individu yang penuh talenta. Mereka belajar mandiri dan mengoperasikan kantor atas dasar keahlian masing-masing. Secara administrasi mereka memang masih perlu belajar, namun hal tersebut cenderung dipelajari sambil berjalannya waktu. Co-working space bahkan menjadi pilihan dan pertemuan dengan client bisa dilakukan di tengah hiruk-pikuknya para eksekutif di suatu tempat yang jauh dari kantor. Client milenials sangat menyukai pola ini dan siap bekerjasama dengan tim agency yang mungil dan lincah.
Mereka tidak butuh ‘Awards’
Bekerja membuat karya yang besar menjadi tujuan para praktisi kreatif dan media dewasa ini. Seemoni award menjadi sesuatu yang jauh dari bayangan mereka, sebab yang paling penting adalah kepuasan client termasuk penjualan yang sukses. Bagi mereka award yang tertinggi adalah kepercayaan client hingga mereka lebih senang mengejar segelas kopi bersama client di café kekinian dan menolak hadir di pesta-pesta award yang cenderung semu.
![]()
– Creative Thinking Pekerja Kreatif
– Creative Fee: Mau Dihargai Berapa?
– Menyigi Faktor Media Dalam Penetapan Budget Iklan




























